Ku tak mengapa bila ku harus terluka, kan ku nikmati setiap
goresan luka yang kau torehkan..
Ku tak mengapa bila ku harus terjerembab, kan ku terima kenyataan bahwa dirimu lah yang mendorongku hingga terperosok ke jurang kepedihan yang tak bertepi..
Ku pun tak mengapa bila ku harus menangis, kan ku biarkan hati ini meratapi kepergianmu tapi itu hanya untuk tiga hari, setelah itu aku tak kan sudi menangisimu lagi, walau hanya dengan setetes air mata..
Tapi aku sangat keberatan bila kau bersembunyi di balik nama besarnya, aku pun merasa tak rela bila kau menginjak-injaknya..
Aku lebih bisa menghargai bila kau menjauhinya dan tunjukkan saja warnamu, kalaupun kau itu busuk, tak ada yg berhak mempersalahkanmu karena itu pilihanmu, palu godam untukmu tak kan salah menghantam..
Jadi,
tunjukkan saja kau tengah MAIN HATI, jangan membenarkan sikapmu dengan labelnya, dengan label PERSAHABATAN..
Ku tak mengapa bila ku harus terjerembab, kan ku terima kenyataan bahwa dirimu lah yang mendorongku hingga terperosok ke jurang kepedihan yang tak bertepi..
Ku pun tak mengapa bila ku harus menangis, kan ku biarkan hati ini meratapi kepergianmu tapi itu hanya untuk tiga hari, setelah itu aku tak kan sudi menangisimu lagi, walau hanya dengan setetes air mata..
Tapi aku sangat keberatan bila kau bersembunyi di balik nama besarnya, aku pun merasa tak rela bila kau menginjak-injaknya..
Aku lebih bisa menghargai bila kau menjauhinya dan tunjukkan saja warnamu, kalaupun kau itu busuk, tak ada yg berhak mempersalahkanmu karena itu pilihanmu, palu godam untukmu tak kan salah menghantam..
Jadi,
tunjukkan saja kau tengah MAIN HATI, jangan membenarkan sikapmu dengan labelnya, dengan label PERSAHABATAN..
31
Desember 2009


0 comments:
Post a Comment