Dapat Ku Rasakan

Tuesday, May 22, 2012

Aku bergegas menuju mesjid,
ku benamkan diri dalam sujud,
ku biarkan diriku disentuh ayat-ayat-Mu,
dan dapat kurasakan bibirku mengagungkan nama-Mu.

Aku berangkat riang ke sekolah,
ku simak saat Pangeran Diponegoro bercerita,
ku cerna apa yang dijelaskan Isaac Newton,
dan dapat kurasakan ilmu pengetahuan menasbihkan nama-Mu.

Aku menyeret langkahku ke pasar,
ku tenggelamkan diri ke dalam keramaian yang meraja,
ku abaikan aneka aroma,
dan dapat kurasakan kebisingan menyebut nama-Mu.

Aku diajak teman menonton konser musik,
ku nikmati setiap nada yang mengalun,
ku resapi setiap lirik yang terangkai,
dan dapat kurasakan harmoni melagukan nama-Mu.

Aku bergembira pergi ke taman,
ku menari-nari dikelilingi pohon cemara,
ku terhipnotis merahnya bunga mawar,
dan dapat kurasakan angin meniupkan nama-Mu.


Aku berjalan menyusuri pantai,
ku tapaki setiap jengkal pasir kesunyian,
ku pejamkan kedua mataku,
dan dapat kurasakan deburan ombak melafalkan nama-Mu.

Aku berlari mendaki gunung,
ku susuri panjangnya jalan setapak,
ku menarik nafas dalam-dalam,
dan dapat kurasakan udara membisikkan nama-Mu.

Aku melangkah enggan ke hutan,
ku merangsek masuk menapaki dia yang belum tersentuh,
ku tajamkan pendengaranku,
dan dapat kurasakan pohon pinus memanggil nama-Mu.

Kali ini aku tak kemana-mana,
ku berdiam diri tanpa melakukan apapun,
ku hanya duduk termenung,
dan tetap dapat kurasakan Engkau, Tuhan.
Ya, aku tetap dapat merasakan-Mu walau hanya dengan satu tarikan nafas.

Garut, 02 Mei 2010 13:43


0 comments:

Post a Comment