Aku
bergegas menuju mesjid,
ku
benamkan diri dalam sujud,
ku
biarkan diriku disentuh ayat-ayat-Mu,
dan
dapat kurasakan bibirku mengagungkan nama-Mu.
Aku
berangkat riang ke sekolah,
ku
simak saat Pangeran Diponegoro bercerita,
ku
cerna apa yang dijelaskan Isaac Newton,
dan
dapat kurasakan ilmu pengetahuan menasbihkan nama-Mu.
Aku
menyeret langkahku ke pasar,
ku
tenggelamkan diri ke dalam keramaian yang meraja,
ku
abaikan aneka aroma,
dan
dapat kurasakan kebisingan menyebut nama-Mu.
Aku
diajak teman menonton konser musik,
ku
nikmati setiap nada yang mengalun,
ku
resapi setiap lirik yang terangkai,
dan
dapat kurasakan harmoni melagukan nama-Mu.
Aku
bergembira pergi ke taman,
ku
menari-nari dikelilingi pohon cemara,
ku
terhipnotis merahnya bunga mawar,
dan
dapat kurasakan angin meniupkan nama-Mu.
Aku
berjalan menyusuri pantai,
ku
tapaki setiap jengkal pasir kesunyian,
ku
pejamkan kedua mataku,
dan
dapat kurasakan deburan ombak melafalkan nama-Mu.
Aku
berlari mendaki gunung,
ku
susuri panjangnya jalan setapak,
ku
menarik nafas dalam-dalam,
dan
dapat kurasakan udara membisikkan nama-Mu.
Aku
melangkah enggan ke hutan,
ku
merangsek masuk menapaki dia yang belum tersentuh,
ku
tajamkan pendengaranku,
dan
dapat kurasakan pohon pinus memanggil nama-Mu.
Kali
ini aku tak kemana-mana,
ku
berdiam diri tanpa melakukan apapun,
ku
hanya duduk termenung,
dan
tetap dapat kurasakan Engkau, Tuhan.
Ya,
aku tetap dapat merasakan-Mu walau hanya dengan satu tarikan nafas.
Garut,
02 Mei 2010 13:43


0 comments:
Post a Comment