0 Mati Kegirangan

Saturday, June 30, 2012

Untuk mulut-mulut kurang diajar itu,
Mau kah kau kusumpahi celaka?
Seenak perutmu kau berbicara
Tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Merasa paling segala sendiri.

Untuk mulut-mulut yang tak pernah dikuliahkan itu,
Apakah kau sedang menunggu karma?
Mulutmu hanya mengeluarkan bisa,
Tapi berteriak histeris,
Saat orang lain mencoba membalas rasa sakit mereka.
Enak sekali hidupmu.

Untuk mulut-mulut sampah itu,
Perlukah kau kubelikan cermin?
Agar kau bisa melihat pantulan dirimu sendiri.
Cantik kah?
Please deh
Jangan membuat aku tertawa.

Untuk mulut-mulut tak beretika itu,
Aku tak kan meminta pada Tuhan
Untuk menghentikan kicauanmu yang beracun.
Teruskanlah,
Hingga kau mati kegirangan setelah merendahkanku,
Kemudian terhapuslah dosa-dosaku.

Excelo. 21 Juni 2012 04.59PM

0 Kisah tentang Kalian


Tak kan lagi ku kenang kisah tentang kalian.
Kan ku turunkan itu dari dinding-dinding memoriku.
Tak kan ku mau berlama-lama memandangnya.
Biar ku robek.
Biar ku cabik.
Biar ku koyak.
Enyahlah.

Persetan dengan kalian yang mengaku teman.
Aku ingin tetap berlari mengejar mimpiku.
Aku tak ingin merasa terbebani lagi
Demi menjaga perasaan kalian.
Aku tak ingin tersiksa lagi
Demi menghormati keluarga kalian.

Ribuan malam ku nikmati perihku sendiri.
Tak ada yang peduli.
Kini aku akan membebaskan perasaanku.

Marah,
Karena aku memang ingin marah.
Menangis,
Karena aku memang ingin menangis.
Berteriak,
Karena aku memang ingin berteriak.

Melawan,
Karena aku memang tak ingin lagi mengalah.

Excelo. 25 Juni 2012 06.56PM

0 Katakan pada Bapakmu


Katakan pada Bapakmu,
Aku masih berusaha.
Katakan pada Bapakmu,
Aku selalu berdoa.

Katakan pada Bapakmu,
Aku pernah susah makan,
Pernah menunggak SPP berbulan-bulan,
Pernah putus kuliah,
Pernah berjalan jauh karena tak punya ongkos.
Karena itu,
Aku tak kan bermalas-malasan
Seperti yang beliau tuduhkan.

Katakan pada Bapakmu,
Rumahku tak lebih dari gubuk,
Tak pernah punya kendaraan,
Tak mampu membeli barang-barang bermerk,
Jadi aku tak kan pilih-pilih pekerjaan
Seperti yang beliau tuduhkan.

Katakan pada Bapakmu,
Aku punya Ibu yang tak pernah memanjakan diri
Demi menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin,
Punya Ayah yang ingin kunaikkan derajatnya,
Punya adik-adik yang ingin kubahagiakan.
Oleh sebab itu,
Aku tak kan pernah menjadi manusia pengecut
Seperti yang beliau tuduhkan.

Katakan pada Bapakmu,
Mulut pedas kalian
Tak kan membuatku habis.
Tak kan membuatku meringis.
Tak kan pula membuatku menangis.
Justru itu akan membuatku jadi iblis,
Iblis yang tak kan pernah berusaha melupakan perih ini.

Katakan pada Bapakmu,
Semoga beliau selalu diberkati Tuhan.
Excelo. 23 Juni 2012 07.53PM

0 I Love You, Eight Ten


What should I do to make you brave to tell me the truth?
The wind says that you love me,
The grass says that you love me,
The moon says that you love me too.

Can’t you ask me to wait for you?
Just say it.
I will.

I wanna give my heart fully to someone,
And I feel you are the right one.
I wanna hold someone’s hands,
And I think yours is the right one.

What makes you afraid?
Loyalty?
Family?
Money?
Or….
DISTANCE?

I can do nothing.
My tear has dried.
My power has gone.
Just my heart’s bleeding.

You really love me, don’t you?
Fight for it.
Be a man.

Excelo. 11 Juni 2012 08.03PM


0 Aku Layu


Dan setelah satu tahun kemudian.
Aku,
Seperti bunga dendaleon yang telah ditiup.

Melayang,
Mengikuti nyanyian angin.
Terpisah,
Menciptakan aku-aku yang baru.

Ragaku bukan milikku.
Aku tak lagi mampu
Melawan apa kemauan sang banyu.
Aku layu.

Ku biarkan diriku diombang-ambing.
Digulung perasaan sendiri.
Ditertawakan daun-daun.
Dikhianati mimpi-mimpi.

Di ujung keputusasaan,
Aku masih mendekap harap.
Akan ada hari esok yang indah,
Untuk aku-aku yang baru.

Excelo. 20 Juni 2012 08.18AM