Kesempatan kedua? Apa
otakmu masih ada ketika hal itu terlintas dipikiranmu? Dengan tidak tahu
malunya kau meminta kesempatan kedua. Lupakah kau sendiri yang menginjak-injak
ribuan kesempatan yang kuberikan? Kusarankan kau mengulang kembali pelajaran
berhitung.
Apa yang telah kau
lakukan untukku? Apa yang telah kau berikan padaku? Hingga kau begitu yakin aku
masih menyimpan rasa untukmu. Aku tegaskan didepan hidungmu, dimataku kau hanya
bebek banci yang tak tahu diri. Mengaku lelaki tapi hanya bisa diam dan
bersembunyi di balik kebingungan. “Mona, aku tuh bingung mesti ngapain, gak tau
mesti gimana”. Euhhhhhhhh, just go to heaven.
Kau bingung saat kita
punya masalah, padahal tinggal datengin aja. Jauh? Beda kota? Gak punya ongkos?
Telepon aja, kurang diajar. Yang gitu mah anak SMA juga ngerti. Tapi kau tak
pernah bingung saat mengunjungi rumah mantanmu, komen alay di status fb mantan,
nyimpen video mantan, bikin email berdasarkan nama mantan. Jangankan bingung
merasa bersalahpun tidak, damn.
Kau merasa tinggi,
merendahkanku. Mengejek rumahku, menghina tasku, mengolok-olok bajuku. Kau
kaya? Kalo merasa mampu, mengapa tidak kau belikan aku Jaguar atau Lamborghini?
Kau sama seperti keluarga lemes, hobi banget menghina aku. Sok tuan Takur bari
ongkos ke Garut sering gak punya nya.
Aku tak pernah bersikap
keras pada siapapun, khusus untukmu, lenyaplah dari hidupku, menghilanglah dari
pandangan, dan enyahlah untuk selamanya. Sekian dan terima kasih.


0 comments:
Post a Comment