22062012

Saturday, June 30, 2012

Kesempatan kedua? Apa otakmu masih ada ketika hal itu terlintas dipikiranmu? Dengan tidak tahu malunya kau meminta kesempatan kedua. Lupakah kau sendiri yang menginjak-injak ribuan kesempatan yang kuberikan? Kusarankan kau mengulang kembali pelajaran berhitung.
Apa yang telah kau lakukan untukku? Apa yang telah kau berikan padaku? Hingga kau begitu yakin aku masih menyimpan rasa untukmu. Aku tegaskan didepan hidungmu, dimataku kau hanya bebek banci yang tak tahu diri. Mengaku lelaki tapi hanya bisa diam dan bersembunyi di balik kebingungan. “Mona, aku tuh bingung mesti ngapain, gak tau mesti gimana”. Euhhhhhhhh, just go to heaven.
Kau bingung saat kita punya masalah, padahal tinggal datengin aja. Jauh? Beda kota? Gak punya ongkos? Telepon aja, kurang diajar. Yang gitu mah anak SMA juga ngerti. Tapi kau tak pernah bingung saat mengunjungi rumah mantanmu, komen alay di status fb mantan, nyimpen video mantan, bikin email berdasarkan nama mantan. Jangankan bingung merasa bersalahpun tidak, damn.
Kau merasa tinggi, merendahkanku. Mengejek rumahku, menghina tasku, mengolok-olok bajuku. Kau kaya? Kalo merasa mampu, mengapa tidak kau belikan aku Jaguar atau Lamborghini? Kau sama seperti keluarga lemes, hobi banget menghina aku. Sok tuan Takur bari ongkos  ke Garut sering gak punya nya.
Aku tak pernah bersikap keras pada siapapun, khusus untukmu, lenyaplah dari hidupku, menghilanglah dari pandangan, dan enyahlah untuk selamanya. Sekian dan terima kasih.

0 comments:

Post a Comment