21062012

Saturday, June 30, 2012

Kok bisa ya itu bibir lemes sekeluarga, kompak abis. Mereka bisa ngomong apa pun tentang orang lain dengan bebas nya. Tanpa beban. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan lawan bicara mereka, tersinggung apa tidak, enak didengar apa tidak. Persetan. Yang penting mereka happy, bisa mengkritik, bisa mencela, dan tentu saja bisa menertawakan. Sial. Haruskah aku memberi mereka cermin segede pintu.
Aku, sebagai orang yang tercipta tanpa kemampuan untuk memaki-maki, atau sekedar membela diri dari pandangan merendahkan orang lain, hanya mampu mengelus dada dan mendoakan mereka celaka. Eitsss? Intermezzo. Apa sih yang mereka punya? Sampe-sampe dengan leluasa menghina orang lain gitu.
Aku tahu, aku berasal dari keluarga pas-pasan. Rumah hampir roboh, kendaraan gak punya, makan seadanya. Tapi ada satu kebanggaan yang akan aku bawa sampai mati, yaitu keluarga kami berjuang mati-matian agar bisa sekolah setinggi mungkin, walaupun itu harus dibayar dengan harga yang mahal. Kami tidak bisa hidup enak seperti mereka. Semoga perasaan terhina ini, akan menjadi penghapus dosa-dosaku.

0 comments:

Post a Comment