10062012

Saturday, June 30, 2012

Minggu ini benar-benar penuh kejutan. Gak pernah terbayangkan sebelumnya, dalam minggu yang sama aku harus menerima dua kali tembakan dari orang-orang yang tak terduga. Yang pertama si Suja, aku gak pernah menutup mata, dari tahun yang lalu juga aku tahu dia menyukaiku. Tapi aku gak pernah menanggapi dengan serius, aku pikir dia cuma mengagumiku. Umur kami begitu berjarak, sehingga aku gak berani menebak-nebak apa yang sebenarnya dia rasakan padaku.
Aku kaget sih, anak seusia dia berani menanyakan kejelasan hubungan kami. Dia protes, kalo emang aku cuma nganggap dia adik, harusnya aku menyuruhnya berhenti menyukaiku dari dulu, katanya. Aku masih ingat dia pernah sms kalo dia tuh menyukaiku, jawabanku waktu itu adalah yah gapapa atuh ari suka mah. Dan petaka pun dimulai dari sana. Dia pikir aku ngasih dia harapan, sebaliknya aku pikir aku gak memberikan harapan apapun, aku cuma gak mau menggugat perasaan orang lain, bukankah setiap orang berhak untuk menyukai siapa pun yang dia mau. Setelah aku pikir-pikir, salah juga sih, kalimat aku ambigu.
Aku baru mengenalnya setaun belakangan, selama ini aku gak pernah memusingkan rasa suka dia, aku hanya sedikit menikmatinya, Pastilah ada rasa seneng saat disukai dan diperhatikan, apalagi ni anak SMA, sensasinya berbeda. Kecuekanku terhadap rasa sukanya bertambah saat tau dia menjalin hubungan spesial dengan orang lain, trus status-status di facebooknya juga menunjukan dia jatuh cinta, cemburu, dan kesel-keselan ma pacarnya. Intinya, aku gak menganggap serius perasaan dia, toh dia menjalani kehidupan asmara sewajarnya abg yang lain. Karena itu lah, aku kaget banget waktu dia bilang rasa suka dia ke aku tuh, rasa suka yang sebenarnya. Pendeknya, C.I.N.T.A. Entah perasaan siapa yang benar, yang pasti aku lah yang salah bersikap, aku berlebihan sehingga menimbulkan spekulasi yang gak pernah ku bayangkan.
Orang kedua yang nembak aku minggu ini tu si mantan. Aku sebut dia si mimpi, karena dia bilang kalo dia tuh gak enak ngapa-ngapain karena mimpiin aku tiga malam berturut-turut. Bukan sekedar nembak, dia mu ngelamar aku hari itu juga, kalo seandainya aku tidak sedang menjalani hubungan spesial dengan seseorang. Kaget tingkat tinggi lah, tiba-tiba dia bilang seperti itu. Karena kami dah lost contact cukup lama dan terakhir komunikasian dia bilang aku membuat dia kecewa dan ilfeel.
Minggu yang mengaduk-aduk perasaan, aku merasa tlah menjalani hidup dengan sebaik dan sehati-hati mungkin, tapi kenyataannya tidak sedikit orang yang kecewa pada sikapku. Dan aku gak menyadarinya.

0 comments:

Post a Comment