0 Gerhana Hati: Bayangan Ketiga (Lainnya, Kisah Lainnya)

Sunday, August 26, 2012

Akhirnya, dengan mengorbankan jatah sandal lebaran, saya bisa mendapatkan buku Kisah Lainnya Catatan 2010-2012 Ariel Uki Lukman Reza David. Saya sempat ketar-ketir dengan ketiadaannya Gramedia di kota Garut, karena hal itu memaksa saya untuk menyambangi kota Bandung jika masih menginginkan buku tersebut. Dalam keadaan shaum bulan Ramadhan dan keuangan yang jauh dari pas-pas an, Bandung seakan kota di bagian dunia lain yang sulit dijangkau. Tapi mungkin karena sudah jodohnya, kebetulan adik saya ada perlu ke Bandung untuk urusan kampus, jadilah saya nitip dibelikan buku bersampul merah itu.
Saya tidak berekspektasi lebih terhadap kualitas kesusastraan buku itu, sebagai pengagum karya-karya Ariel, saya hanya ingin tahu kegiatan dia selama dua tahun belakangan ini. Tapi ternyata buku itu jauh melebihi apa yang saya harapkan. Ariel yang memang piawai menulis lirik tidak main-main dalam penulisan buku itu, tiap kalimat mengalir tidak berlebihan dan jauh dari kesan pembelaan diri. Puisi-puisinya indah dengan pilihan kata yang apik, serta ilustrasinya natural.
Puisi yang paling saya suka adalah puisi yang di tulis pada masa awal-awal Ariel masuk rutan. Maknanya sangat dalam, ada perasaan dan pemikiran yang ingin dibagi tapi dibalut dengan kemisteriusan yang indah. Berikut puisi tersebut:
Jika saya bercerita sekarang,
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.


Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.


Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,


Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.


Uki, Lukman, Reza, dan David dengan cara masing-masing menggenapkan kesempurnaan buku itu. Di dalamnya, saya menemukan betapa sulit untuk mengubah kesalahan menjadi kebaikan, walaupun kita telah menyadari dan menyesalinya, orang lain tak kan pernah melupakan. Akan tetapi menyangkal kesalahan pun, bukan pilihan yang tepat, karena lewat kesalahan kita bisa lebih matang dalam memandang hidup. Good job guys, I do love it.
Excelo. August, 18th 2012 11.41AM



0 Kamu Mati


09.26
Kamu mati.
Aku sakit.
Aku sangat ingin membangunkanmu kembali,
Tapi itu akan membuatku kembali mencaci tuanmu.
Aku tak ingin membiarkan lidahku liar dan menggila.

Maka,
Kubiarkan kau mati.
Mati dengan membawa kenangan indah.

Pergilah,
Kupastikan setiap detik denganmu
Tak kan pernah mati dalam ingatan.

Excelo. 11 Agustus 2012 06.29PM