Bayang-bayang Perpisahan

Tuesday, May 22, 2012

Dinding itu melihat saat kita tertawa,
jendela itu mendengar saat kita bernyanyi,
pintu itu merasa saat kita menangis,
dan lantai itu bertasbih saat kita bersujud.

Di sini kita selalu tertawa,
menikmati indahnya persahabatan.  
Di sini kita pernah bersedih,
terlukai tingkah usil pertemanan.
Dan di sini juga kita tak kan berhenti
untuk menggapai sucinya surga.

Aku menangis menahan perih yang mendera,
aku tersiksa oleh bayang-bayang perpisahan yang menghantui,
dan aku sangat terluka membayangkan kita kan berakhir di sini.

Sebagian diriku berharap ini hanya mimpi,
karena aku adalah bahagia dan sedih kita di sini.

Semoga, air mata ini akan selalu menjadi pengingat.
Kemana pun kita melangkah,
setinggi apa pun cita-cita kita,
kita tetaplah laskar (……….)

10 April 2010

0 comments:

Post a Comment