Bukankah aku tercipta dari tulang rusukmu?!
Bukankah aku ada untuk menjadi bintang di malam kelammu?!
Bukankah aku ada untuk menjadi tempat bersandar di harimu yang melelahkan?!
Bukankah aku ada untuk menopang langkahmu yang terseret?!
Bukankah aku ada untuk menjadi oase di gurun pasirmu?!
Tapi mengapa...?!
Kau malah pergi menghindar,
kau malah lari menjauh,
dan yang paling menyakitkan,
Bukankah aku ada untuk menjadi bintang di malam kelammu?!
Bukankah aku ada untuk menjadi tempat bersandar di harimu yang melelahkan?!
Bukankah aku ada untuk menopang langkahmu yang terseret?!
Bukankah aku ada untuk menjadi oase di gurun pasirmu?!
Tapi mengapa...?!
Kau malah pergi menghindar,
kau malah lari menjauh,
dan yang paling menyakitkan,
ternyata yang kau tuju adalah ksunyian.
Akhhh...Apa yang kesunyian beri padamu?!
Akhhh...Apa yang kesunyian beri padamu?!
hingga kau lebih memilih dia daripada aku
Ingin aku bertanya langsung padamu,
tapi aku takut,
sangat takut.
Aku takut akan jawabanmu nanti,
Ingin aku bertanya langsung padamu,
tapi aku takut,
sangat takut.
Aku takut akan jawabanmu nanti,
aku tidak cukup tegar untuk mengetahui,
jika ternyata di hatimu,
kesunyian menempati ruang yang lebih istimewa daripada aku..
Di sini,
aku hanya tahu kau sedang rapuh,
Di sini,
aku hanya tahu kau sedang rapuh,
tanpa tahu apa yg membuat kau rapuh,
karena kau memang tidak memilihku,
kesunyianlah yang kau pilih.
Di sini,,
ya di sini,,
aku akan tetap di sini,
agar
jika suatu hari nanti kau memilihku, kau tahu kemana harus mencariku..
Di sini,,
ya di sini,,
aku akan tetap di sini,
agar
jika suatu hari nanti kau memilihku, kau tahu kemana harus mencariku..
26 Agustus 2009


0 comments:
Post a Comment