Tiba-tiba
terjaga tengah malam,
Sakit,
Sakit
sekali di sini.
Ku
coba raba hatiku,
Ku
tekan kuat-kuat demi mengurangi rasa sakitnya.
Sia-sia.
Aku
kerjap-kerjapkan mata ini,
Berharap
nyawaku kembali.
Tak
ada yang berubah,
Aku
tetap merasakan perih.
Lebih
dalam.
Lebih
nyata.
Sunyinya
malam mengoyak sepotong memori.
Membanting-banting.
Memutar-mutar.
Membolak-balik.
Bahkan
mengacak-ngacak.
Hingga
potongan itu berubah menjadi butiran masa lalu.
Tak
berharga.
Tak
berwujud.
Ku
coba merasakan lagi hatiku.
Dan
masih terasa sakit.
Insting
menuntunku untuk menumpahkan tirta bening.
Tak
ada yang menetes.
Tak
ada yang mengalir.
Aku
hanya mampu terdiam terpojok
Bertemankan
rasa sakit.
.jpg)


0 comments:
Post a Comment