Untuk
mulut-mulut kurang diajar itu,
Mau
kah kau kusumpahi celaka?
Seenak
perutmu kau berbicara
Tanpa
memikirkan perasaan orang lain.
Merasa
paling segala sendiri.
Untuk
mulut-mulut yang tak pernah dikuliahkan itu,
Apakah
kau sedang menunggu karma?
Mulutmu
hanya mengeluarkan bisa,
Tapi
berteriak histeris,
Saat
orang lain mencoba membalas rasa sakit mereka.
Enak
sekali hidupmu.
Untuk
mulut-mulut sampah itu,
Perlukah
kau kubelikan cermin?
Agar
kau bisa melihat pantulan dirimu sendiri.
Cantik
kah?
Please
deh
Jangan
membuat aku tertawa.
Untuk
mulut-mulut tak beretika itu,
Aku
tak kan meminta pada Tuhan
Untuk
menghentikan kicauanmu yang beracun.
Teruskanlah,
Hingga
kau mati kegirangan setelah merendahkanku,
Kemudian
terhapuslah dosa-dosaku.
Excelo.
21 Juni 2012 04.59PM


0 comments:
Post a Comment