Saturday, December 15, 2012

Aku (tak) Rela Kau Pergi

Aku hanya bisa menatap punggungmu
yang perlahan ditelan kelam,
setelah sebelumnya kau genggam tanganku
dan berkata, "aku ingin pergi".
Tanpa menunggu persetujuanku,
kau melangkah mundur menjauh dariku,
Aku hanya membisu.

Setelah mataku tak lagi menangkap bayangmu,
aku mulai menangis,
aku ingin mengejarmu,
aku ingin memohon agar kau tak pergi.
Namun ternyata kakiku tak bergerak secenti pun.

Aku lelah menangis ,
tak mampu lagi meneteskan air mata.
Perlahan ku ambil langkah enggan,
berat sekali.
Setelah cukup lama berjalan,
aku baru menyadari
ternyata aku tidak berjalan ke arahmu.

Aku putuskan untuk menempuh jalanku sendiri.
Bukankah dulu juga aku berjalan tanpamu,
dan aku baik-baik saja.

Kau adalah kado indah dari Tuhan untukku.
Kau hadir saat aku limbung,
dan dengan riang kau memapah langkahku,
hingga kini aku telah mampu berdiri sempurna.
Terima kasih.

Jika sekarang lah,
saat yang kau pikir tepat untuk kau pergi,
pergilah.

Excelo. 23/11/2012 05.33PM

No comments:

Post a Comment