0 Aku dan Rasa Sakit

Saturday, July 28, 2012
Tiba-tiba terjaga tengah malam,
Sakit,
Sakit sekali di sini.
Ku coba raba hatiku,
Ku tekan kuat-kuat demi mengurangi rasa sakitnya.
Sia-sia.

Aku kerjap-kerjapkan mata ini,
Berharap nyawaku kembali.
Tak ada yang berubah,
Aku tetap merasakan perih.
Lebih dalam.
Lebih nyata.

Sunyinya malam mengoyak sepotong memori.
Membanting-banting.
Memutar-mutar.
Membolak-balik.
Bahkan mengacak-ngacak.
Hingga potongan itu berubah menjadi butiran masa lalu.
Tak berharga.
Tak berwujud.
Ku coba merasakan lagi hatiku.
Dan masih terasa sakit.

Insting menuntunku untuk menumpahkan tirta bening.
Tak ada yang menetes.
Tak ada yang mengalir.
Aku hanya mampu terdiam terpojok
Bertemankan rasa sakit.

Excelo. 27 Juli 2012 04.15PM

0 Gerhana Hati: Bayangan Kedua (Face the Failure, Just Try It)

I experienced many failures in my life. The greatest one was I failed to interpret what I want and I get from God, namely talent. I was too late to know that I have should focus my self in education field. Entering favorite university, choosing International Relation Major, getting high GPA, joining English club, graduating with cuum laude predicate, getting post graduate scholarship, and so on. But it was not my destiny. I used to graduate from high school without passion, just following the stream.
If I could turn back time, I would study hard and aware my writing skill more. And of course I would be brave to face failure, because these failures were started when I was not brave to join selection to enter state university. I was too scared to fail. So, be brave, if you are not, you will get failures more in your life then.                                                                                                                                                              Excelo. 26 Mei 2012 08.16PM

0 Gerhana Hati: Bayangan Pertama (Habis Manis Sepah Ditelan)


Seperti memang sudah menjadi suatu keniscayaan, segala sesuatu itu indah pada permulaan dan suram pada akhirnya. Begitu pula dengan hubungan spesial kita dengan seseorang. Tapi dalam kenyataannya, hal yang wajar ini masih sering membuat saya merasa heran sendiri. Pada awal suatu hubungan, semua terasa manis. Kekurangan dan kejelekan pasangan tak menjadi penghalang tumbuh suburnya rasa cinta kita.
Bagaimana endingnya? Berbalik 180%. Hal-hal yang dahulu dianggap sepele berubah menjadi sesuatu yang krusial. Entahlah. Mungkin dari awal juga itu memang merupakan hal krusial, namun tampak sepele di mata orang yang sedang kasmaran. Semuanya berbalik. Tak ada lagi hal-hal indah. Tapi walaupun begitu, menurut saya sangat tidak pantas kalau suramnya ending suatu hubungan di umbar di ruang publik, dengan cara memojokkan dan menghujat seseorang yang pernah dekat dengan kita.
Saya pun sering merasa marah, kecewa, dan sedih saat suatu hubungan tidak berjalan sesuai yang di harapkan. Apalagi saat semuanya berakhir tanpa penjelasan. Ada bagian dari diri saya yang ingin memaki untuk meluapkan segala perasaan. Untungnya, saya bukanlah tipe orang yang bisa memaki secara langsung, saat bertatap muka dengan orang yang bersangkutan, lidah saya akan menjadi kelu. Oleh karena itu, jejaring soasial lah yang menjadi pilihan untuk menampung kegalauan.
Pernah beberapa kali saya berniat untuk meluapkan semua rasa marah di dunia maya tapi selalu urung saya lakukan. Saya teringat masa lalu. Teringat masa indah bersama dia. Walaupun kenangan indah itu ingin saya buang, tapi hal itu tetap mampu mengerem hal-hal berlebihan yang sangat ingin saya lakukan. Selain itu, saya yakin kemarahan itu hanya sesaat. Waktu pasti menyembuhkan segala luka. Saya tidak ingin ada penyesalan nantinya untuk hujatan dan makian yang tak mampu saya kendalikan.
Jadi, saya memilih untuk menelan hujatan dan makian tersebut. Habis Manis Sepah Ditelan. Kesenangan masa lalu saya yang merasakan sendiri, pahit nya masa kini pun biarlah saya telan sendiri. Saya mencoba menanamkan pemahaman itu dalam hati, berusaha sekuat tenaga agar jangan sampai menghujat atau menjelek-jelekan seseorang yang dulu pernah mengisi hati saya. Meski dalam praktiknya, saya masih suka marah-marah secara inplisit di jejaring sosial.                                                                                                                                                                                                                                                             Excelo. 23 Mei 2012 06.30PM

0 Juni Memaki

Wednesday, July 25, 2012

Juni.
Aku marah,
Memaki,
Tak terkendali.

Aku kehilangan diriku,
Tersesat,
Tapi tak pernah berusaha untuk mencari.
Aku begitu menikmati menjadi orang lain,
Bebas membanting semua beban yang menyiksa.

Aku melepaskan singa-singa yang selama ini menjinak.
Kemudian membiarkannya berperilaku
Sebagaimana sang raja seharusnya berperilaku.

Saat genangan air memantulkan wajahku,
Aku heran,
Terdiam,
Tak mengenalnya,
Siapa dia?

Di bulan juni tahun ini,
Aku tak mengenal diriku sendiri.

Excelo. 06 Juli 2012