0 10042013

Tuesday, April 16, 2013
Malam ini ingatanku terbang pada tembang "Ku Katakan dengan Indah", ada satu kalimat yang sangat mewakili apa yang ku rasa saat ini; kau membuatku merasakan yang tak terjadi. Sudah hampir satu minggu ini hatiku tak tenang, gelisah tak menentu. Pikiran kacau, nafsu makan hilang, dan tentu saja hati terasa sangat sakit.

Hari-hari kemarin aku begitu bahagia, hati berbunga-bunga, entahlah aku tak tahu apa nama perasaan itu, yang jelas aku sangat menikmatinya.Aku merasa menemukan tempat yang selama ini aku cari. Tempat untukku melabuhkan hati.

Tapi kemudian aku tersadar, sang pemilik tempat itu tidak benar-benar menginginkanku menjadi bagian dari dunianya. Dia hanya membukakan pintu, tapi tidak pernah mempersilahkanku masuk. Dia memperlihatkan keindahan-keindahan yang ada di dunianya, fantasi itu membuatku berbesar hati merasa diberi hak untuk turut mencicipinya. Sampai kini aku masih berdiri di ambang pintunya, menatap kosong pada dia, dia yang membisu sambil perlahan menutup pintu.

Excelo. 10/04/2013 07.36PM

0 Jelangkung

Saturday, April 06, 2013
Kamu belajar dari mana sayang?
Kok kamu pinter banget sih membuat aku merasa tak berharga,
merasa tak diinginkan.
Kamu datang dan pergi sesuka hatimu.
Kamu tiba-tiba muncul,
mondar-mandir di hatiku,
kemudian kamu pergi begitu saja.
Setelah itu kamu bisa datang lagi tanpa wajah berdosa.
Aku lelah, sungguh..

Excelo. 06/04/2013 06.47AM

0 Terlalu Indah

Thursday, April 04, 2013
Malam beranjak kelam.
Tidak sunyi. Tidak Sepi.
Masih ada suara-suara bising di jalan raya.
Tapi tidak di hatiku.
Senyap. Tak terdengar apapun.
Hanya ada lumut-lumut rasa rindu yang kian menggunung.

Apakah kamu tahu saat ini aku begitu merindukanmu?
Kamu tahu aku ingin kamu ada di sini?
Kamu tahu aku menunggumu?
Salah.
Pastinya pertanyaan yang tepat adalah,
Apakah kamu peduli?

Aku sudah lelah menangis,
tapi sepertinya airmataku tak habis-habis.
Sakit. Sakit sekali.
Jika kamu tak bisa mencintaiku,
tolong pandu aku menuju kesadaran,
bangunkan aku,
dan katakan padaku 
bahwa kamu terlalu indah untuk ku miliki.

Excelo. 03/04/2013 08.25PM

0 Aku (tak) Rela Kau Pergi

Saturday, December 15, 2012
Aku hanya bisa menatap punggungmu
yang perlahan ditelan kelam,
setelah sebelumnya kau genggam tanganku
dan berkata, "aku ingin pergi".
Tanpa menunggu persetujuanku,
kau melangkah mundur menjauh dariku,
Aku hanya membisu.

Setelah mataku tak lagi menangkap bayangmu,
aku mulai menangis,
aku ingin mengejarmu,
aku ingin memohon agar kau tak pergi.
Namun ternyata kakiku tak bergerak secenti pun.

Aku lelah menangis ,
tak mampu lagi meneteskan air mata.
Perlahan ku ambil langkah enggan,
berat sekali.
Setelah cukup lama berjalan,
aku baru menyadari
ternyata aku tidak berjalan ke arahmu.

Aku putuskan untuk menempuh jalanku sendiri.
Bukankah dulu juga aku berjalan tanpamu,
dan aku baik-baik saja.

Kau adalah kado indah dari Tuhan untukku.
Kau hadir saat aku limbung,
dan dengan riang kau memapah langkahku,
hingga kini aku telah mampu berdiri sempurna.
Terima kasih.

Jika sekarang lah,
saat yang kau pikir tepat untuk kau pergi,
pergilah.

Excelo. 23/11/2012 05.33PM

0 Tak Usah Kembali

Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika hanya untuk pergi?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika tidak ada yang ingin kau perbaiki?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika pada akhirnya aku harus tetap menanti?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika hanya kehampaan yang kau berikan?

Tak usah lah kau kembali
jika aku tetap harus bertanya-tanya
tetap menunggu tanpa kepastian
dan tetap merasa tak diinginkan.

You are a man, aren't you?
So act like a man should act.

Excelo. 17/11/2012 09.06AM

0 Mengapa?

Friday, November 16, 2012
Mengapa aku harus mengerti
saat kau tak ingin membicarakan masa lalumu?
Tapi kemudian mengapa aku harus diam
saat kau menertawakan masa laluku?

Mengapa aku harus minta maaf
saat tak sengaja menyinggungmu?
Tapi kemudian mengapa aku harus maklum
saat lidahmu tajam menghujam ulu hati?

Mengapa aku harus merasa bersalah
saat kau terluka?
Tapi kemudian mengapa aku harus memahami
saat kau dengan enteng merendahkan aku?

Mengapa kau boleh berbicara seenaknya?
Dan mengapa aku harus selalu memikirkan perasaanmu?

Excelo, 16/11/2012 08.46 AM

0 Selamat Sore

Thursday, November 15, 2012
Selamat sore aku yang luar biasa,
aku yang siang tadi
dengan berani berjalan sendiri
menantang matahari..

Selamat sore aku yang menakjubkan,
aku yang tanpa ampun
mencincang rasa gengsi
demi hidup lebih terhormat..

Selamat sore aku yang tangguh,
aku yang tak kan mati
hanya karena tajamnya ucapan dan tatapan..

Selamat sore aku yang tahan banting,
beristirahatlah,
demi mengumpulkan kembali tenaga yang terburai.
Karena tak ada yang menjamin
hari esok kan lebih mudah..

Excelo, 25/09/2012