Aku hanya bisa menatap punggungmu
yang perlahan ditelan kelam,
setelah sebelumnya kau genggam tanganku
dan berkata, "aku ingin pergi".
Tanpa menunggu persetujuanku,
kau melangkah mundur menjauh dariku,
Aku hanya membisu.
Setelah mataku tak lagi menangkap bayangmu,
aku mulai menangis,
aku ingin mengejarmu,
aku ingin memohon agar kau tak pergi.
Namun ternyata kakiku tak bergerak secenti pun.
Aku lelah menangis ,
tak mampu lagi meneteskan air mata.
Perlahan ku ambil langkah enggan,
berat sekali.
Setelah cukup lama berjalan,
aku baru menyadari
ternyata aku tidak berjalan ke arahmu.
Aku putuskan untuk menempuh jalanku sendiri.
Bukankah dulu juga aku berjalan tanpamu,
dan aku baik-baik saja.
Kau adalah kado indah dari Tuhan untukku.
Kau hadir saat aku limbung,
dan dengan riang kau memapah langkahku,
hingga kini aku telah mampu berdiri sempurna.
Terima kasih.
Jika sekarang lah,
saat yang kau pikir tepat untuk kau pergi,
pergilah.
Excelo. 23/11/2012 05.33PM
0 Tak Usah Kembali
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika hanya untuk pergi?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika tidak ada yang ingin kau perbaiki?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika pada akhirnya aku harus tetap menanti?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika hanya kehampaan yang kau berikan?
Tak usah lah kau kembali
jika aku tetap harus bertanya-tanya
tetap menunggu tanpa kepastian
dan tetap merasa tak diinginkan.
You are a man, aren't you?
So act like a man should act.
Excelo. 17/11/2012 09.06AM
jika hanya untuk pergi?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika tidak ada yang ingin kau perbaiki?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika pada akhirnya aku harus tetap menanti?
Katakan padaku untuk apa kau kembali
jika hanya kehampaan yang kau berikan?
Tak usah lah kau kembali
jika aku tetap harus bertanya-tanya
tetap menunggu tanpa kepastian
dan tetap merasa tak diinginkan.
You are a man, aren't you?
So act like a man should act.
Excelo. 17/11/2012 09.06AM


