Mengapa aku harus mengerti
saat kau tak ingin membicarakan masa lalumu?
Tapi kemudian mengapa aku harus diam
saat kau menertawakan masa laluku?
Mengapa aku harus minta maaf
saat tak sengaja menyinggungmu?
Tapi kemudian mengapa aku harus maklum
saat lidahmu tajam menghujam ulu hati?
Mengapa aku harus merasa bersalah
saat kau terluka?
Tapi kemudian mengapa aku harus memahami
saat kau dengan enteng merendahkan aku?
Mengapa kau boleh berbicara seenaknya?
Dan mengapa aku harus selalu memikirkan perasaanmu?
Excelo, 16/11/2012 08.46 AM
0 Selamat Sore
Selamat sore aku yang luar biasa,
aku yang siang tadi
dengan berani berjalan sendiri
menantang matahari..
Selamat sore aku yang menakjubkan,
aku yang tanpa ampun
mencincang rasa gengsi
demi hidup lebih terhormat..
Selamat sore aku yang tangguh,
aku yang tak kan mati
hanya karena tajamnya ucapan dan tatapan..
Selamat sore aku yang tahan banting,
beristirahatlah,
demi mengumpulkan kembali tenaga yang terburai.
Karena tak ada yang menjamin
hari esok kan lebih mudah..
Excelo, 25/09/2012
aku yang siang tadi
dengan berani berjalan sendiri
menantang matahari..
Selamat sore aku yang menakjubkan,
aku yang tanpa ampun
mencincang rasa gengsi
demi hidup lebih terhormat..
Selamat sore aku yang tangguh,
aku yang tak kan mati
hanya karena tajamnya ucapan dan tatapan..
Selamat sore aku yang tahan banting,
beristirahatlah,
demi mengumpulkan kembali tenaga yang terburai.
Karena tak ada yang menjamin
hari esok kan lebih mudah..
Excelo, 25/09/2012


